Terjaga lebih awal membuat saya leluasa melihat wajah polos mereka. Dua bocah itu tergolek dengan ekspresinya masing-masing. Adik menampakkan senyumnya. Sesaat. Ya sebentar, kemudian kembali ke ekspresi awalnya, datar. Tak lama kemudian Kakak sedikit berteriak masih dengan mata terpejam "aku mau yang biru".
Hmmm ekspresi mereka membuat saya menelusuri ulang perjalanan selama sehari tadi. Apa yang terjadi. Pengalaman sehari itukah yang membekas dalam ingatan mereka. Dan terungkap di ujung hari ini. Di jelang pergantian hari. Ataukah mimpi-mimpi tentang esok hari?. Entahlah... yang jelas mereka sedang ada dalam pergulatan kehidupan alam bawah sadar mereka. Dan... sebentar lagi... dalam hitungan beberapa menit lagi, mereka terbangun dan siap menghadapi alam nyata. Menapakkan kaki pada perjalanan panjang berikutnya. Menorehkan sejumlah kisah.
Ya... bunayya...
Kalian adalah titipan...
Benda keramat yang telah Dia -Sang Maha Pemilik- percayakan
Untuk dijaga, dirawat, dan
Apalagi ya?
Sebenarnya singkat saja pesan Dia yang menitipkan kalian
Dia hanya inginkan agar kelak kalian tumbuh menjadi insan
Yang siap dan tetap tunduk dan patuh pada apa yang Dia titahkan
Suatu saat nanti mungkin
Dia juga akan titipkan
Hal yang sama pada kalian
Tugas yang nampak ringan
Tapi sungguh berat beban
Jika tak jalankan dengan sepenuh kesadaran
Tapi akan terasa ringan
Jika iman ada dalam genggaman
Semoga kelak jika saatnya tiba Dia tugaskan pada kalian
Kalian siap menanggung dengan penuh keyakinan
Selamat pagi
Selamat jemput kemenangan
Jakarta, 29 April 20014
Sebuah goresan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar