skip to main | skip to sidebar

Tentang Saya

Foto Saya
cicikretnowati
Jakarta, Indonesia
Ibu rumah tangga biasa yang tak ingin hidupnya biasa-biasa saja :)
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar

Arsip

  • ▼ 2014 (20)
    • ► Agustus (4)
    • ► Juni (1)
    • ▼ Mei (10)
      • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurn...
      • Suamiku Bukan Suamiku
      • Eyang BJ Habibie: Sebuah Catatan di Hari Kebangkit...
      • Catatan di Hari Kebangkitan Nasional
      • IDE OH IDE (2)
      • INDAHNYA EKONOMI ISLAM
      • BALITA SUKA MENENDANG
      • KETIKA AKMAL BELANJA BUKU
      • IDE OH IDE
      • Pendidikan Anak Sejak Usia Tamyiz (7 tahun) Hingga...
    • ► April (4)
    • ► Februari (1)

Followers

Kategori

  • Catatanku (6)
  • EKONOMI ISLAM (1)
  • HOME SCHOOLING (4)
  • MENULIS ITU MUDAH LHO (3)
  • MUHASABAH (3)
  • PARENTING (3)
  • SAJAK DAN PUISI (2)
  • SAMARA (1)

Isi Blog

  • ▼ 2014 (20)
    • ► Agustus (4)
    • ► Juni (1)
    • ▼ Mei (10)
      • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurn...
      • Suamiku Bukan Suamiku
      • Eyang BJ Habibie: Sebuah Catatan di Hari Kebangkit...
      • Catatan di Hari Kebangkitan Nasional
      • IDE OH IDE (2)
      • INDAHNYA EKONOMI ISLAM
      • BALITA SUKA MENENDANG
      • KETIKA AKMAL BELANJA BUKU
      • IDE OH IDE
      • Pendidikan Anak Sejak Usia Tamyiz (7 tahun) Hingga...
    • ► April (4)
    • ► Februari (1)

Assalamualaykum...

Tidak ada yang istimewa dari blog ini selain sebagai tempat buat saya untuk berbagi kebaikan. Berbagi apa yang saya rasakan (tentunya yang layak untuk dibagikan. Karena pastinya ada hal-hal yang tak layak untuk saya bagikan, tapi cukup saya simpan), ide, gagasan-gagasan positif -entah itu dari saya sendiri atau dari orang lain-, dan tentunya menyampaikan kebenaran. Semoga bisa menjadi seperti mata air, yang memancarkan sumber kehidupan. Seperti cahaya yang berpendar terang tapi tak menyilaukan.

--- salam ---

Diberdayakan oleh Blogger.

Cahaya

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain

Selasa, 20 Mei 2014

Catatan di Hari Kebangkitan Nasional

Apa yang seharusnya dilakukan anak muda Indonesia untuk membuat negri ini lebih baik?

Jawaban Eyang Habibie: "Meningkatkan disiplin, produktivitas dan kualitas berpikir, bekerja, serta berkarya sesuai kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Untuk mencapai ini, anak muda Indonesia harus cinta pada karya sesama manusianya, cinta pada lingkungan hidupnya, cinta pada pekerjaannya, dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT." (dari buku Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah)

===== >> YES! sepakat bingit... dan... kalimat yang paling akhir itu lho Eyang... cinta pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT! harus bin kudu memang Yang... (Eyang maksudnya lho ya... bukan SaYang! ) dan kecintaan pada Allah SWT yang Esa inilah yang melahirkan konsekwensi kita untuk tunduk dan patuh hanya pada titahNya saja. dalam segala urusan kehidupan kita. Karena, Dia telah rancang segala titahNya itu untuk mengatur segala urusan kehidupan manusia... Ya... kita... Kita MANUSIA. Dia telah atur semua. Untuk yang mengimaniNya maupun yang tidak mengimaniNya.

Untuk yang tidak mengimani-Nya... Dia biarkan dan tak putuskan Rahman-Nya. Ya sudahlah gak pa pa kalau gak mau mengimani-Nya karena itu adalah pilihan hidup mereka. Masalah Aqidah memang tak bisa dipaksakan. Karena itu lahir dari pembenarannya yang pasti sebagai manusia terhadap fakta kehidupan, manusia dan alam semesta serta hubungan ketiganya dengan sebelum kehidupan, kehidupan, dan sesudah kehidupan, Dia tak pernah paksa manusia untuk mengimani-Nya (di Dunia) cukuplah nanti pertanggungjawaban di akhirat yang akan berbicara, karena pertanggungjawaban makhluk-Nya yang bernama manusia memang bukan di dunia, melainkan di akhirat.

So... kepada yang tak mengimani-Nya, cukuplah ketundukan mereka hidup di dunia ini untuk diatur urusan hidup bermasyarakatnya dengan aturan yang sudah Dia buat. Seorang khalifah yang amanahlah yang akan mengatur bagaimana nanti pelaksanaannya. Tentu juga dengan standart operasional yang juga sudah Allah buatkan dan Rasulullah Muhammad telah contohkan bagimana modelnya.

Dan... kepada yang telah mengimani-Nya Allah khususkan kepada-Nya sebuah konsekwensi atas pilahan hidup-Nya. Perjanjian berat telah mengikat mereka. Kesaksian bahwa hanya Allah SWT Yang Maha Mencipta. Tiada duanya, Dan Muhammad adalah utusan-Nya untuk menyampaikan risalah-risalah-Nya. Untuk apa risalah itu? Tak lain dan tak bukan adalah untuk mengatur kehidupan manusia. Dalam segala urusan kehidupan. Oh... seketat itukah? Tak adakah ruang gerak bagi manusia?.. Hmm tidak begitu maksudnya. Karena ternyata dalam urusan tertentu Allah berikan ruang bagi manusia untuk berkreasi memenuhi hajatnya. Dan... ruang itu ada pada wilayah cara dan sarana. Dengan inilah Allah SWT pelihara fitrah kita sebagai manusia sebagai makhluk yang berakal.
Eyang Habibie adalah contoh manusia yang telah memanfaatkan akal yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita manusia.

Demikian kira-kira Eyang... Ah... seandainya generasi bangsa ini juga mau memanfaatkan dengan baik akal yang sudah Allah SWT karuniakan kepada mereka dengan berfikir jernih, mendalam dan menyeluruh tapi tentu saja dikawal ayat-ayat Nya... Saya yakin dengan seyakin-yakinnya mereka akan menemukan metode untuk bangkit. Bangkit menjadi bangsa yang mulia dan beradab.

Secercah harap bahwa bangsa ini bisa bangkit dari keterpurukan. Dan benarlah harapan itu ada di tangan kami para generasi muda bangsa ini.

Dan... Hari ini tanggal 20 Mei. Kita bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari kebangkitan nasional.

Semoga Allah SWT kabulkan doa kita.




Diposting oleh cicikretnowati di 13.40
Label: Catatanku

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod