Apa yang seharusnya dilakukan anak muda Indonesia untuk membuat negri ini lebih baik?
Jawaban Eyang Habibie: "Meningkatkan disiplin, produktivitas dan
kualitas berpikir, bekerja, serta berkarya sesuai kebutuhan masyarakat
di sekitarnya.
Untuk mencapai ini, anak muda Indonesia harus
cinta pada karya sesama manusianya, cinta pada lingkungan hidupnya,
cinta pada pekerjaannya, dan cinta pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT." (dari buku Habibie Tak Boleh Lelah dan Kalah)
===== >> YES! sepakat bingit... dan... kalimat yang paling akhir
itu lho Eyang... cinta pada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT! harus bin
kudu memang Yang... (Eyang maksudnya lho ya... bukan SaYang!
) dan kecintaan pada Allah SWT yang Esa inilah yang melahirkan
konsekwensi kita untuk tunduk dan patuh hanya pada titahNya saja. dalam
segala urusan kehidupan kita. Karena, Dia telah rancang segala titahNya
itu untuk mengatur segala urusan kehidupan manusia... Ya... kita... Kita
MANUSIA. Dia telah atur semua. Untuk yang mengimaniNya maupun yang
tidak mengimaniNya.
Untuk yang tidak mengimani-Nya... Dia
biarkan dan tak putuskan Rahman-Nya. Ya sudahlah gak pa pa kalau gak mau
mengimani-Nya karena itu adalah pilihan hidup mereka. Masalah Aqidah
memang tak bisa dipaksakan. Karena itu lahir dari pembenarannya yang
pasti sebagai manusia terhadap fakta kehidupan, manusia dan alam semesta
serta hubungan ketiganya dengan sebelum kehidupan, kehidupan, dan
sesudah kehidupan, Dia tak pernah paksa manusia untuk mengimani-Nya (di
Dunia) cukuplah nanti pertanggungjawaban di akhirat yang akan berbicara,
karena pertanggungjawaban makhluk-Nya yang bernama manusia memang bukan
di dunia, melainkan di akhirat.
So... kepada yang tak
mengimani-Nya, cukuplah ketundukan mereka hidup di dunia ini untuk diatur
urusan hidup bermasyarakatnya dengan aturan yang sudah Dia buat.
Seorang khalifah yang amanahlah yang akan mengatur bagaimana nanti
pelaksanaannya. Tentu juga dengan standart operasional yang juga sudah
Allah buatkan dan Rasulullah Muhammad telah contohkan bagimana modelnya.
Dan... kepada yang telah mengimani-Nya Allah khususkan kepada-Nya sebuah
konsekwensi atas pilahan hidup-Nya. Perjanjian berat telah mengikat
mereka. Kesaksian bahwa hanya Allah SWT Yang Maha Mencipta. Tiada
duanya, Dan Muhammad adalah utusan-Nya untuk menyampaikan
risalah-risalah-Nya. Untuk apa risalah itu? Tak lain dan tak bukan adalah
untuk mengatur kehidupan manusia. Dalam segala urusan kehidupan.
Oh... seketat itukah? Tak adakah ruang gerak bagi manusia?.. Hmm tidak begitu maksudnya.
Karena ternyata dalam urusan tertentu Allah berikan ruang bagi manusia
untuk berkreasi memenuhi hajatnya. Dan... ruang itu ada pada wilayah
cara dan sarana. Dengan inilah Allah SWT pelihara fitrah kita sebagai
manusia sebagai makhluk yang berakal.
Eyang Habibie adalah contoh manusia yang telah memanfaatkan akal yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita manusia.
Demikian kira-kira Eyang... Ah... seandainya generasi bangsa ini juga
mau memanfaatkan dengan baik akal yang sudah Allah SWT karuniakan kepada
mereka dengan berfikir jernih, mendalam dan menyeluruh tapi tentu saja
dikawal ayat-ayat Nya... Saya yakin dengan seyakin-yakinnya mereka akan
menemukan metode untuk bangkit. Bangkit menjadi bangsa yang mulia dan
beradab.
Secercah harap bahwa bangsa ini bisa bangkit dari
keterpurukan. Dan benarlah harapan itu ada di tangan kami para generasi
muda bangsa ini.
Dan... Hari ini tanggal 20 Mei. Kita bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari kebangkitan nasional.
Semoga Allah SWT kabulkan doa kita.
Selasa, 20 Mei 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar