Terakhir... waktu itu sudah bahas ya bahwa ide adalah sesuatu yang berharga. Sebenarnya ini bukan mutlak milik penulis saja sih. Hampir di semua aspek kehidupan, ide adalah hal penting. Sepakat dong. Saking penting dan berharganya, kita gak mau kan ide kita dicuri orang. Sampai-sampai manusia kepikir tuh membuat perlindungan hukumnya dengan undang-undang perlindungan kekayaan intelektual dan hak paten.
Yup... lanjut... Nah kalau sudah dapat ide, simpan baik-baik, catat atau rekam. Biasanya kalau pas lagi super duper, ide nih bisa datang beruntun. Wui... seneng dong. Pastinya... Tapi, karena saking banyaknya, justru ini bisa jadi masalah. Lho kok? Iya, begitulah kira-kira yang sering saya alami. Begitu banyak ide, pikiran ini lalu menjelajah ke mana-mana. Gak fokus. Belum selesai nulis yang ini, tiba-tiba mandeg karena keingat yang itu. Ini masalah saya (jadi berasa belum pantas jadi penulis. Ya emang... lha wong nulis saja nunggu mood, dan itu si mood luama banget nongolnya. Hiks). Kalau Anda?
So... apa yang harus dilakukan jika si ide datang beruntun?. Ini dia tips yang sering saya dapatkan di berbagai training penulisan. Buat list, kemudian pilah-pilah dan eksekusi. bagaimana caranya memilah, lha wong semua bagus je?. Oke sepakat. semua ide itu bagus. Gak ada ide yang jelek, kecuali kemaksiyatan :), tapi coba deh dipertimbangkan apakah semua ide itu akan kita tulis saat ini juga? Tidak kan?. Maka buatlah prioritas. Demikian pesan mentor saya. :)
Memilih dan memilah ide bisa berdasar pada beberapa hal. Apa saja?. Ini nih ilmu yang saya peroleh di kelas penulisan Sekolah Perempuan di IIDN.
1. Mana yang lebih realistis
2. Mana yang sumbernya tersedia (literatur maksudnya)
3. Mana yang paling mungkin bisa kita kerjakan
4. Mana yang paling sesuai dengan latar kita
5. Mana yang paling kita minati
6. Mana yang sesuai dengan kondisi saat ini (up to date).
Nah itu kira-kira yang mungkin bisa jadi solusi saat kita bingung dengan membanjirnya ide yang masuk ke kepala kita :)
Selanjutnya... Tentukan satu pilihan. Eksekusi. Dan... menulislah... jangan ditunda... keburu ngilang lagi lho si idenya. Silahkan dituangkan ke dalam bentuk tulisan (genre) yang diminati. Fiksi atau non fiksi. Untuk segmen anak-anak, remaja, atau dewasa. Silahkan dipilih. Cuman... harus diingat...
- Kalau pilihannya jatuh pada non fiksi, kita harus mengembangkan fakta dan data yang otentik, bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan dan personal. Kita tidak boleh berimajinasi sesuka hati kita. Apalagi kalau nulis soal agama misal, cuplikan-cuplikan dalil gak boleh main-main. Copas dari literatur? Sah-sah saja, asal... jangan lupa cantumkan dari mana sumbernya.
- Nah... kalau pilihannya pada fiksi -entah itu cerpen, cerbung, ataukah novel-, silahkan saja mau berandai-andai tanpa perlu mengecek kebenaran kisah itu.
Syukur-syukur kalau tulisan kita bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan. Wah te o pe be ge te tuh. Bisa jadi lahan ibadah dakwah deh...
Sip... Tuntas sudah tanggungan melanjutkan catatan tentang ide ini. Semoga bermanfaat...
Selamat menulis...
Semangat... Semoga diterima di media, dan semoga bisa jadi satu buku ya... (yang ini menyemangati diri sendiri :) )
--- SELESAI ---
^_^
# senangnya sekolah di Sekolah Perempuan IIDN.
# dapat ilmu, dapat teman. Nambah ilmu, nambah saudara.

0 komentar:
Posting Komentar