Ide di manakah kau berada... sungguh aku ingin jumpa... meski lewat kata (aih merubah lagu Mas Katon Bagaskara)
Entahlah, apa karena faktor U, saya sering banget kebingungan mencari mahluk dan menemukan makhluk ini. Yang mengesalkan adalah seringnya dia datang tiba-tiba. Sudah gitu kedatangannya pada saat yang tidak tepat pula. Atau, yang juga menyebalkan lagi, pas dia datang, saya terima, saya silahkan duduk, saya tinggal sebentar ke belakang untuk membuatkannya secangkir teh manis, dan begitu saya kembali eh dianya sudah pergi. Gak pamit. Hmmm...
Sebenarnya dia itu sering aku lihat wajahnya. Cuman saya kok sering kebingungan ya. Karena, ketika dia datang, mendadak, terus menampakkan banyak muka!. Bingunglah saya...
Tapi, alhamdulillah... banyak teman-teman mencoba untuk membantu saya. Mereka bangkitkan lagi semangat 45 saya, dan mengingatkan lagi bagaimana "menjebak" IDE... hahahaha *ups... muslimah gak boleh gitu tertawanya... :)
Jadi, begini.
IDE. MENCIPTAKAN IDE
Ya betul. Sebenarnya ide itu ada. Dia ada di mana-mana. Ide bisa kita dapatkan atau temukan dari diri kita sendiri, atau dari orang lain. Pada saat kapan?. Kapan saja. Kadang pada saat kita sedang membaca, melamun (kalau ini jangan dilakukan ya. Melamun itu bahaya), saat sedang dalam perjalanan (naik angkot, bus, metromini, becak, bersepeda, pesawat, dll), ketika ngobrol dengan teman (asal ngobrolnya jangan ngerasanin orang ya), nunggu antrian di ruang tunggu pasien, santai di taman, berkebun, hadir di majlis taklim, dengar penjelasan dari guru, bengong di pasar, di tempat parkir, nungguin anak sekolah, jenguk teman atau kerabat yang sedang sakit, arisan, bengong di kamar mandi (ngapain?), banyak lah. Di mana saja...
Nah, pada saat mereka datang, yang segera harus dilakukan adalah tangkap eh maksudnya catat!. Catat di mana? ya di mana saja. Kita bisa catat di kertas, buku catatan kecil kita, hp (hp sekarang kan canggih-canggih tuh), atau kita bisa rekam suara merdu kita. Yang punya gadget lain seperti tablet, notebook jangan cuman dipakai untuk ngegame saja. Gunakan fitur-fitur canggih yang ada di dalamnya untuk catat ide. Kenapa? Karena, bagi seorang penulis, ide itu adalah harta. Gak usah berlagak jenius dengan hanya mengandalkan ingatan. Karena, pikun sudah menggejala bahkan di usia muda. Kapasitas memori kita terbatas Saudara-saudara...
Berikutnya... dari semua ide yang "mampir" itu, pilah-pilah. Seleksi. Kenapa?
Bersambung ya... sudah terdengar adzan subuh. Harus sholat dulu, masak, siapin sarapan, mandiim anak, bebenah rumah (sengaja dieksplore biar keliahatan sibuk?. Astaghfirullahal'adzim... Semoga tidak riya'. Bukan. Bukan ya. Gak ada niatan itu. Biar makin kelihatan saja kalo saya ini sudah emak-emak rempong... hihihi sama aja itu mah)
Catatan ini orisinil coretan saya dari berbagai sumber, dari buku tips menulis, training kepenulisan Penulis Ideologis, materi-materi yang saya dapat di kelas kepenulisan online di IIDN, dan ngobrol sharing dengan teman-teman yang sudah terbang lebih duluan.
Salam.
Kamis, 01 Mei 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar